Mengapa umat Allah SWT sering onar..?

Selasa, 17 Januari 20123komentar

Buat semua sahabat muslim yg terkasih, mhn bantuan pencerahan atas apa yg saya selidiki/ pelajari dari berbagai hal mulai dari Taurat/Injil (Bible), Aqidah, Qur’an, Tafsir, Hadits, Fiqh dan hal lainnya yang berhubungan dgn dunia islam dgn hasil di bawah ini..
Semakin saya perdalam antara Injil (Bible) dan Quran semakin banyak pertanyaan dari rincian kejanggalan yang saya dapat, se-olah2 sosok  Muhammad makin terlihat (maaf) bodoh, sepertinya dia tidak tahu bagaimana karakter TUHANNYA para nabi2 terdahulu, akibatnya Muhammad mencipta "Tuhan baru" yg karakternya sama sekali BEDA dari TUHANNYA para nabi2 tersebut.

Please.., batulah, bimbinglah dan cerahkanlah tentang apa yg saya dapat dalam Injil (Bible), Quran dan Hadist..

Semakin serius dipelajari/ diperdalam, semakin di temukan banyak perbedaan, sehingga saya menduga bhw Tuhannya Muhammad bukanlah Tuhannya para NABI.

1) Mengapa Allah SWT sering membuat pengulangan pernyataan ingin disembah, bahkan minta disholati menghadap Kabah hingga 50 kali sehari sebelum ditawar Muhammad yg kini jadi 5 kali, padahal Tuhan dalam Bibel menjadikan LANGIT sebagai simbol TAKHTA kediamanNya, hingga  dapat disembah tanpa arah kiblet dan tidak narsis untuk gila disembah.

2) Pernyataan Allah SWT dlm Quran sering memuji-muji diri sendiri, bersumpah demi benda ciptaan dan memakai kata ganti "kami" saat bicara kpd manusia, padahal jelas2 Tuhan dlm Bibel tidak memuji-muji diriNya, dan jika bersumpah ucapanNya konsisten demi diriNya sendiri. Tuhan dalam Bibel slalu konsisten dgn kata "AKU" utk menyebut diriNya ketika berfirman kpd manusia.

3) Tuhan dalam kisah Taurad/Injil (Bibel) slalu bertindak adil dan bijaksana, bila nabi2nya berbuat dosa, maka Tuhan tetap akan menghukumnya. Tapi mengapa Allah SWT menjadi pembela  berbagai kejahatan Muhammad yg terbukti suka kawin, berperang, menjarah, mengawini bocah ingusan, memperkosa wanita tawanan, menyetubuhi wanita yg suaminya di bunuh dan kejahatan2 lainnya.
 
4) Allah SWT bergantung pada Muhammad yg akibat perlakuannya se-olah2 menempatkan diri sederajat dengan nabi dan tdk konsisten, sangat beda dgn Tuhan dalam Taurad/Injil yg tidak pernah mnempatkan diriNya sederajat dgn nabi2 utusanNya, bahkan Tuhan dalam Bibel keberadaanNya independent dan konsisten, tidak sangat bergantung pada keberadaan utusanNya.

5) Tidak sepatutnya Allah SWT bangga menyebut diri sebagai KHAIRU MAKERIIN (RAJA TIPU TERLIHAI) yg berakibat MENYESATKAN MANUSIA, dan tdk sepatutnya benci Yahudi/Kristen tapi "memuliakan" bangsa Arab, padahal Tuhan dalam Taurat/Injil mengasihi sesama umat Manusia dan sangat membenci sifat tipu-menipu.

6) Karena dlm Bibel Tuhan sering mengucapkan bhw Dia mempunyai anak, lantas Allah SWT menegaskan/ mengakui tidak punya anak, hal ini mengerdilkan Tuhan yang Maha Kuasa dan sangat keliru bhw Allah SWT harus berhubungan seks lebih dulu kalau ingin punya anak (QS 6:101), Tuhan dalam Bibel bisa punya anak (menjelma jadi manusia) tanpa melalui hubungan seks

7) Allah SWT menempatkan Adam pertama kali di surga dan kemudian menurunkannya di Padang Arafah Semenanjung Arabia, Tuhan dlm Bibel mnempatkan Adam pertama kali di Taman Eden yg berlokasi di bumi, bukan di surga. Dan anehnya lagi, Ismael disebut sebagai nabinya, padahal dlm Bibel tiada satu kalipun menyebut Ismael sebagai nabiNya.

8) Tuhan dlm Bibel adalah PENOLONG manusia yg tahu segala bahasa bangsa2 tanpa pakai TOA (speaker) dan bukan harus ditolong oleh pemujanya lewat JIHAD sambil triak2 (hysteris) karena dari ajaran ayat Quran tulisan Arab (mirip cacing kremi), ini sama saja dgn tuhan bohongan (rekaan) yg doyan promo minta ditolong, Tuhan dlm Bibel adalah Tuhan yg nyata dan sanggup hadir dlm sejarah membantu smua nabi2 (maaf, bukan nabi Arab) dan umatNya.

9) Kitab Taurat, Zabur dan Injil bukan Kitab suci yg di turunkan langsung oleh Tuhan dalam Bibel, jelas Tuhan tidak menurunkan kitab suci apapun. Tapi Allah SWT menurunkan kitab suci (Taurat, Zabur, Injil, Quran), dan bahkan special Quran di turunkan oleh Auloh via Malaikat Jibril (tanpa saksi) untuk diberikan kpd Muhammad sebagai Kitab special Islam yg dikasihi,  paling benar dan umat pilihan Auloh.

10) Yg lebih mbingungkan bhw Muhammad menyebut dirinya rasul sewaktu di Mekkah, dan menyebut dirinya nabi sewaktu bertemu orang2 Yahudi di Medinah, krn Muhammad tdk paham apa itu rasul dan apa itu nabi menurut tradisi Samawi. Nabi adalah utusan Tuhan, sedangkan Rasul adalah utusan Yesus. Keduanya membawa misi yang berbeda. Nabi bertugas menyampaikan Firman Tuhan, sedangkan Rasul bertugas memberitakan Injil.
Rupanya swaktu di Mekkah Muhammad mendengar istilah “rasul” dari pendeta Waraqa, krn Waraqa menerjemahkan kitab Perjanjian Baru ke dlm bahasa Arab dan pasti Waraqa sering menyebut istilah itu dlm kotbah2nya. Dan istilah “nabi” dia ketahui dari orang2 Anshar Medinah sewaktu ia berjumpa orang2 itu di Aqabah. Orang2 Anshar tersebut memberitahu Muhammad kalau orang2 Yahudi Medinah sedang menanti-nantikan kedatangan seorang nabi yg dijanjikan Tuhan mereka, maka sejak itu pula Muhammad mengklaim dirinya juga sebagai “nabi”, walau di Mekkah dia mengaku dirinya “rasul”.

Di Kitab Taurat bilang bhw Israel umat pilihan Allah, tapi kok di Quran bilang Yahudi/Kristen (Nasrani, Israel, Amerika dan negara eropa lainnya) itu musuh yg patut di perangi umat Alloh..?
Di Kitab Taurat bilang bhw hukum utama Allah dan yg terutama dlm Taurad adalah 10 hukum yg di trima nabi Musa, bahkan dlm Kitab Injil oleh Isa Al Masih dibuat lebih detail tentang implementasi Kasih terhadap sesama Manusia sebagai perwujudan bhw Allah itu Kasih, tapi kok di Quran hilang dan hanya mencatut kisah Nabi Musa membelah laut saja..?
Banyak pihak muslim yg ingin memaksakan bhw di Quran juga ada, terbukti saat saya menanyakan 10 Hukum Taurat kpd ustad/ulama, rata2 jawaban mreka ambil dari ayat pemanis yg lompat2 dan sangat lucu.., krn ditulis dlm ayat2 yg berbeda termasuk situasi dan waktunya (bukan urutan 10 Hukum yg Allah brikan kpd Musa di Gunung Sinai).
Tidak terdapat sedikitpun kata "10 HUKUM TAURAT MUSA" di ayat itu. Hehehe.., kalau cuman ngomong comot sana-sini siapa aja bisa tapi mreka tdk sadar perlakuan itu membuka aib bagi Quran sendiri.
 
Di Quran juga banyak mencatut atau nyadur kisah2 Isa, tapi kok lahirnya Isa brubah di pohon korma, yg di salib kok dipalsukan, jabatan Isa kok brubah jadi nabi, Isa kok jadi muslim, ajaran kasih yg disampaikan Isa atas peninggalan 10 hukum Taurad Musa knapa hilang dan nggak skalian di catut, bukankah nabi Arab menyatakan kitabnya adalah penyempurna kitab2 terdahulu..?
Lhooo.., yg disempurnakan yg mana sihh..?

Saat lahir Isa Al Masih khan ada orang majus (ahli bintang) dlm siratan Injil..? Trus mengapa di Quran hilang, alias tdk mengisahkan ahli bintang (org majus), lhoo katanya penyempurna...
Sebenernya yg ada duluan Injil atau Quran sihh, atau krn injil duluan keluar lantas demi memperjelas kenabian Muhammad mending di kabarkan telah di palsukan..?
 Jika tersirat bhw kitab2 trdahulu telah banyak yg di palsukan, wahhh brarti Allah nggak Maha Kuasa menjaga firmanNya dong..?

Juga mohon dgn hormat pencerahannya tentang mengapa seluruh nabi2 dlm kitab Taurad/Injil (kitab2 terdahulu) yg di pilih Allah adalah orang Yahudi, dibarengi lagi dgn tegas Isa Al Masih mengatakan bhw setelah kebangkitanNya ke surga akan banyak muncul nabi2 palsu..
ehhh.. ternyata apa yg dikatakanNya benar, tiba2 saja ada seorang pedagang yg hobby perang keluar dari gua Hira membawa kitab yg katanya asli dari Auloh via malaikat Jibril, yg anehnya lagi.., ternyata yg mengaku nabi ini bukan orang Yahudi tapi mantan pedagang dari Arab, bahkan dalam Quran menyiratkan permusuham kpd Yahudi/Kristen..

Lebih bingung lagi di benak/pikiran saya saat terjadinya kasus Ahmadiyah, umat pendukung ajaran nabi Arab ini sangat tersinggung dan bahkan sempat terjadi tragedi kemanusiaan yg sangat memilukan, apapun pasalnya demi membela Islam kaum muslim fanatik rela berperang, hingga pertumpahan darah pun terjadi.. Muslim beringas mengikuti ayat Quran yg menyatakan "bagi kafir (musuh Islam) halal darahnya di tumpahkan.."..
Padahal dlm Hukum Taurat tertulis ”JANGAN MEMBUNUH”, tdk ada alasan apapun yg mengizinkan manusia utk membunuh. Sejarah para Nabi dan siapapun, tidak akan menjadi alat pembenaran terhadap alasan untuk membunuh.
 Allah berfirman, jangan membunuh titik. Tidak ada kata2 keterangan yg menyertai kalimat itu misalnya ‘kecuali, …..’ shingga ajaran agama dan polemik jihad sbagai alasan mbunuh sangat melanggar Firman Allah.
  
Kadang terpikir kalau muslim smakin menghayati dan menjalankan Quran, maka akan semakin "baik/taat" (fanatik) muslim tersebut, dlm artian smakin sering membunuh dgn bom, semakin mbenci Nasrani, Yahudi, Buddha, Hindu dll.

Saya sihh senangnya sama muslim "yg tidak baik" (muslim KTP) yaitu yg cinta damai, toleransi, menghargai umat lain dan yg menganggap printah perang Mohammed si nabi Arab hanya berlaku pada zaman perang abad ke tujuh..

Saudara saudari muslim yg terkasih,
Pendapat saya bhw terlepas kitab itu bener atau salah, nggak bakal menghapus kenyataan bhw Quran hanya bisa berlaku pada jaman Muhammad saja..
 
Alasan saya ini karena....,
Jaman muhammad di Arab memang ada perbudakan dan tidak mungkin sekarang ini kita dapat memperbudak manusia, dijamin masuk penjara deh..
 
Jaman muhammad, membunuh di ridhoi awloh, tapi coba sekarang kamu nowel orang sembarangan, waooo.. bisa2 di tuntut dgn pasal pelecehan seksual..

Jaman muhammad, merampok orang lain, asal kamu muslim maka halal di mata Auloh, tapi coba sekarang kamu merapok udah pasti ada hukumannya, bahkan bisa hukuman mati..

Jaman muhammad kawin sama anak 6 tahun atau bocah ingusan, juga istri banyak di anggap pantas, bahkan di ridhoi Auloh, nahh kalo sekarang ada yg berani kawinin boca bisa2 bisa masuk Metro TV dan kena tuntutan pedophilia..
 
 
Hhmmm.. kalo emang Quran sempurna tanpa syarat, Auloh ngga bakal cantumin penghalalan atas tindak kriminal kedalam kitab suci dong..? Biasanya jawaban muslim jika saya mengungkapkan hal ini, kan jamannya muhammad begini begitu bla 3x.., tapi smua bisa di patahkan dgn satu pernyataan..
 
Jikalau Auloh Maha Tahu, pasti dia ngga bakalan taruh ayat sembarangan, dia tahu kalau jaman akan berubah..., tapi sepertinya Auloh tdk tahu dan tak berdaya apa2, sebab muhammad si nabi Arab kok tega2nya harus ngerampok utk menghidupi diri, bahkan memperkosa tawanan untuk menyenangkan diri..

Dlm benak/ pikiran ini semakin mempertanyakan benarkah Muhammad seorang nabi.?
Dia masuk ke gua hira (bahkan katanya sendirian), ngaku bertemu Jibril... (tanpa ada saksi), ngaku mendapatkan hidayah/Quran.... (lagi2 tdk ada saksi), dan hidayah tersebut diakui dari Alloh STW...
Hhmm siapakah Auloh SWT ini..? Apakah ini hanya karangan Muhammad...? Keluar dari gua hira "sim-salabim" ngaku sebagai kanjeng nabi, bahkan Auloh SWT bersumpah lagi.... (duhh.. jd ingat2 yg dilakukan Lia Eden, Ahmadiyah)
Muhammad mendirikan agama dgn mengira bhw nabi Musa adalah pendiri agama Yahudi dan Isa Al Masih yg oleh Quran dijuluki nabi adalah pendiri agama Kristen, padahal tidak ada nabi2 yg mendirikan agama.
  
Ok, mohon dengan sangat dan kerendahan hati untuk direnungkan sejenak tentang apa yg saya sampaikan, dan besar harapan akan mendapat pencerahan, nasihat, saran2 dari saudara-saudari sekalian, terimakasih.

Wasallam..!
Share this article :

+ komentar + 3 komentar

Anonymous
17 Januari 2012 pukul 20.41

Istilah SAW diterima oleh muslim sebagai singkatan yang berarti "damai ada padanya". Ungkapan ini diucapkan dan dituliskan dengan penuh hormat setelah menyebut nama muhammad.

Aku membaca beberapa referensi dan arti harafiah dari "salla-llahu 'alaihi wassalam" ternyata adalah :

TENGOKLAH ! SESUNGGUHNYA ALLAH DAN MALAIKAT - MALAIKAT-NYA BERDOA UNTUK NABI. OH, ENGKAU YANG PERCAYA, BERDOLAH UNTUK DIA DAN HORMATI DIA DENGAN DAMAI

YA itu didapat dari ayat ini :
[33:56] Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .

1. Istilah yg tepat utk 'shalawat' dlm bahasa indonesia apa..?
2. Mengapa Auloh dan malaikatnya perlu melakukan 'salam penghormatan' kpd muhammad..?

Mengingat keterbatasan saya dlm memahami bahasa arab, saya ingin mengkonfirmasikan hal ini kepada netter muslim, yaitu :

1. Apakah terjemahan salla-llahu 'alaihi wassalam emang sperti yg tersebut diatas itu..?
2. Apabila tidak, bagaimanakah sebenarnya terjemahannya secara harafiah..?
3. Apabila ya, maka saya punya pertanyaan :
-3a. Bagaimana mungkin Auloh seharusnya berdoa kepada muhammad dan memberi salam kepadanya..?
-3b. Berdoakah Auloh..?
-3c. Jika Auloh berdoa, kepada siapa Auloh berdoa..?

Kepada netter kafir yg paham bahasa arab, saya juga mohon tambahan pengetahuannya.

Trims, atas perhatiannya.....

Anonymous
18 Januari 2012 pukul 05.38

YESUS kamu bilang BELUM DISALIB dan TIDAK mati dalam ALKITAB sebagaimana ALQURAN. Jelas ALQURAN berbicara LAIN tentang YESUS sebagai ISA dan ALKITAB jelas MENYATAKAN PENYALIBAN, PENGUBURAN dan KEBANGKITAN YESUS. dan APA hubungannya dengan 144.000 itu entah lah. yang jelas bukan dari ALKITAB. Lompat sana dan sini ceritamu dan tak satupun AYAT yang menunjukkan 144.000 itu adalah HANYA ISRAEL. dan UJUNGNYA< QS 3:85 tak memiliki RELEVANSI APAPUN tentang 144.000 itu.

mana ada relevansinya, itu hanya disposisi kamu saja dalam memahami "KAUMNYA" yang di ALQURAN jelas tertulis tetapi di ALKITAB tidak. sehingga semua yang anda kutip di atas, anda "ATUR" seakan menyetujui disposisi anda sendiri. contoh ayat QS 3:85 tersebut JELAS tidak memiliki relevansi dalam JUDUL yang anda buat sendiri

12 Oktober 2018 pukul 16.05

Seratus untuk pikiran dan pemikiran anda dan semoga anda mendapat penceraeahan seperti pencerahan yang anda harap dan impikan .....

Posting Komentar

 
Support : Faithfreedom Indonesia | Murtadin Indonesia | Ex Muslim Freedom
Copyright © 2012. DELIMA MUDA - All Rights Reserved
Created by De5mu Published by Delima Muda
Proudly powered by Faithfreedom Indonesia